Cerpen Cinta - My First Love In The Rain

My First Love In The Rain

“Asik, hujaaannn!!!” Seru Caca setelah membuka tirai jendela kamarnya.

“Terimakasih!!” kata Caca lagi sambil mencium boneka Teru Teru Bozu nya yang digantung di sisi jendela namun dalam keadaan terbalik.

Boneka Teru teru bozu adalah boneka tradisional jepang buatan tangan yang konon katanya boneka ini adalah boneka penangkal hujan. Namun Caca sengaja menggantungkan bonekanya terbalik karena dia berharap hujan esok hari. Cara ini dia dapat dari buku komik yang suka dia baca.

“Hujannya gak terlalu deras.. cukup bawa payung” kata Caca sambil mengambil payungnya dan berangkat sekolah

Karena hari ini hujan, dia berangkat ke sekolah naik bis. Biasanya dia naik tukang ojek langganannya. Setelah duduk di kursi penumpang, Caca menolah ke kanan kirinya seperti mencari seseorang. Senyumnya kembali mengembang ketika dia menemukan seseorang yang dicarinya.

Seorang anak laki-laki memakai seragam SMA yg ditutupi jaket sedang duduk satu kursi di depannya sambil menatap keluar jendela. Dialah alasan mengapa Caca selalu mengharapkan hujan di pagi hari. Dia akan bertemu laki-laki ini di bis. Caca pernah di beri tempat duduk oleh laki-laki itu di tengah bis yang penuh dengan penumpang karena hujan yang sangat deras. Sejak saat itu dia selalu menanti hujan dan ingin selalu bertemu laki-laki itu. Ada rasa bahagia tersendiri baginya.

Sepanjang perjalanan Caca terus memandangi laki-laki itu ingin rasanya dia duduk di kursi kosong di sebelahnya dan mengajaknya bicara. Setidaknya menanyakan siapa namanya. Namun dia tidak mempunyai cukup keberanian. Apalagi Caca masih berseragam SMP dan umurnya juga lebih muda dari siswa SMP lainnya, karena Caca mengikuti program akselerasi sewaktu SD dan kini pun dia juga berhasil masuk kelas akselerasi. Alhasil di umurnya yang masih 16 tahun nanti caca sudah lulus SMA.

Bus pun berhenti di sebuah halte, laki-laki itu dan beberapa penumpang lain turun, tak jauh dari situ ada SMA negeri.
Caca terus mengarahkan pandangannya kepada laki-laki itu.
“oh sekolahnya di situ..” gumam Caca
“semoga besok hujan lagi” kata Caca dalam hati sambil tersenyum



“gak kerasa ya sebentar lagi SMA..” kata Mama Caca di tengah makan malam
“Iya lah ma.. Caca kan sekolahnya cuma dua tahun, makanya kerasa cepat” jawab Caca setelah menelan makanan di mulutnya.
“Caca, inget ya.. Mama sama Papa gak maksain kamu untuk ikut akselerasi.. Jadi Caca belajarnya jangan terlalu dipaksa” Kata papa Caca
“iihhh iya pah, mah.. Caca santai aja kok belajarnya, Anak papah sama mamah ini emang dari sananya pinter” Jawab Caca dengn wajah lugunya yang membuat kedua orangtuanya tersenyum
“iya.. selain pinter belajarnya juga pinter main game sampai tengah malem.. Persis kayak Papahnya dulu” cetus mama
“ish mama..” protes Caca
“iya iya.. anak papa deh~ Caca nanti kalo SMA nya di luar kota mau ya?”
“hah?” Kata Caca yang melongo menatap ayahnya karena tidak percaya dengan apa yang dia dengar tadi
“iya, Papah di tempatkan di Kalimantan.. Kita akan pindah ke sana, Tapi Papah minta di undur sampai Caca lulus dan bisa sekalian langsung daftar sekolah di sana” kata papah yang menjelaskan maksudnya.
Caca terdiam.. dia teringat pada laki-laki di bus yg menjadi semangatnya. Dia tidak akan melihatnya lagi.
“Caca gak papa kan?” Tanya mama Caca yang memperhatikan Caca yang termenung
“ah gak apa ma” jawab Caca sambil tersenyum

Caca duduk termenung di tepi tempat tidurnya, dia terus memikirkan lelaki di bus yang menjadi semangatnya. Laki-laki yang terus ada di pikirannya, namun dia tak pernah mempunyai keberanian untuk menyapanya, apalagi menanyakan namanya.

Sebentar lagi Caca pindah dari sini, itu berarti dia tidak lagi bertemu laki-laki itu di bus di hari hujan, dia tidak lagi menggantung boneka teru teru bozu secara terbalik di tepi jendela, dia tidak lagi mengharap hujan, dia tidak lagi menatapi laki-laki itu di bis sambil senyum-senyum sendiri. Bagaimana hidupnya nanti tanpa semua itu? Bagaimana bisa dia bersemangat seperti biasanya lagi. Padahal ini kali pertamanya dia merasakan perasaan seperti ini kepada laki-laki. Perasaan yang membuat nafasnya sesak.

“Ya tuhan, aku ingin bertemu dia sekaliii saja.. minimal aku tau namanya..” kata Caca sambil membuat boneka teru teru bozu labih banyak dari biasanya.

Pagi hari yang cerah biasanya membuat orang-orang bersemangat memulai aktivitasnya, namun tidak untuk Caca, hari cerah di pagi hari beberapa minggu terakhir ini membuatnya resah. Hari dimana dia akan pindah semakin dekat. Dia takut jika dia tidak bisa bertemu laki-laki itu lagi dan cinta pertamanya berakhir begitu saja. Teru Teru Bozu yang dia buat terus di gantungnya di tepi jendela dan terus bertambah jumlahnya. Namun sepertinya tidak berhasil.

Ujian sudah selesai, Hujan juga tak kunjung datang. Beberapa hari lagi Caca akan pindah. Dia berencana akan mencari laki-laki itu di depan SMA nya. Walaupun cerita cinta pertamanya akan berakhir tapi dia akan mengakhirinya dengan cara yang dia inginkan. Kebetulan Caca pulang cepat karena pasca ujian. Di depan gerbang SMA Negeri itu Caca berdiri sambil melihat satu persatu wajah siswa yang keluar masuk sekolah. Berharap seseorang yang dia pikirkan itu berjalan keluar sekolah.

Hari semakin siang, Cuaca makin panas, sudah dua jam Caca berdiri di situ namun dia tak mau menyerah.

“Adek nyari siapa? Dari tadi berdiri di sini” tegur seorang satpam
“Saya nunggu kakak saya pak” jawab Caca dengan sedikit berbohong.
Tak lama ada siswa yang keluar dari sekolah itu sambil mengendarai motor besar tanpa menggunakan helm. Dia laki-laki yang di cari Caca.

“kakaaak” panggil caca sambil mengejar motor berwarna merah
Mendengar ada yg memanggilnya, laki-laki itu pun menepi. Dan Caca berlari menghampirinya.
“Siapa ya?”
“Maaf kak.. saya yang dulu pernah kakak kasih tempat duduk di bis..” kata Caca yang masih mengatur nafasnya.
Laki-laki itu terdiam sebentar..
“ah iya.. ingat. Kenapa ya?”
“saya ingin memberi ini..” kata Caca sambil mengeluarkan sebuah kotak dari tasnya dan memberikannya. Laki-laki itu menerimanya tapi masih terdiam karena tidak mengerti.
“Nama kakak siapa?” Tanya Caca
“Yoga. Ini apa?” Jawab laki-laki itu sambil membuka kotak yang isinya tiga buah boneka Teru Teru Bozu.
“Kak Yoga.. Caca minta maaf karena tiba-tiba ngasih ini. Kak terimakasih, karena sudah jadi semangat buat Caca”
“maksudnya?” Yoga semakin tidak mengerti

“Semenjak kita ketemu di bis hari itu, Caca selalu kepikiran kakak. Selama ini Caca menggantung terbalik teru teru bozu di kamar Caca agar selalu hujan di pagi hari. Karena kalau hujan, Caca bisa ketemu kakak di bis. Rasanya ada yang berbeda kalau Caca liatin kakak. Tapi sebentar lagi Caca mau SMA ke Kalimantan, itu berarti Caca nda ketemu kakak lagi. Caca nyari kakak Cuma buat bilang ini aja kok.. Maaf ya kak. Setelah hari ini Caca nda akan lagi menggantung terbalik Teru Teru Bozu”
Yoga tersenyum setelah mendengar kata-kata Caca yang polos.

“Nda usah minta maaf.. iya iya Makasih juga ya dek..? Kamu akselerasi ya?” Tanya Yoga
“iya, kok tau kak..”
“Pantes, masih lugu” jawab yoga sambil mengelus kepala Caca
“Oke ini Aku simpan. Makasih ya?” kata Yoga lagi sambil tersenyum kemudian pergi dengan motornya.
Ada perasaan lega di hati Caca setelah bicara pada Yoga. Biarpun nantinya Dia tidak akan bertemu lagi, yang penting cerita cinta pertamanya tidak berakhir menyedihkan.



“Caca, nanti kalau di terima telpon mama lagi ya?” kata mama Caca dari telpon
“iya mama, pengumumannya nanti siang” Jawab Caca
“Kalau sudah langsung balik ke kos ya? Jangan kemana mana ya?” kata mamanya lagi
“iya mama..”
“Makannya jangan lupa ya Caca! Jangan sampai telat!” Kata mamanya lagi.
“Iya iya mamaku tersayang.. Caca baru dua hari loh~ di sini” jawab caca
“hehe.. iya deh bye sayang”
“bye maa”
Caca mematikan telfonnya. Dan kembali duduk menanti pengumuman penerimaan Mahasiswa baru. Setelah 3 tahun SMA di Kalimantan kini Caca kembali untuk kuliah di Universitas dekat dengan SMP nya dulu.

Cuaca yang mendung dan dingin membuat Caca ingin ke toilet, dia pun berkeliling mencari toilet. Akhirnya Caca menemukan toilet setelah bertanya kepada beberapa kakak tingkat di situ. Setelah dari toilet, Caca melewati lorong yang banyak loker di pinggir nya. Loker khusus Mahasiswa semester akhir. Di ujung loker ada dua mahasiswa yang sedang berbincang di depan sebuah loker yang terbuka.

Tak sengaja Caca mendengar pembicaraan mereka
“Bray, sebelum gue ninggalin lo yang belum lulus nih, gue mau nya” kata cowok yang memakai kaos biru tua.
“Gaya lo! Apaan ?” Tanya cowok yang memakai kaos warna hitam
“Dari dulu gua penasaran, ntu boneka putih aneh jelek lo cantol mulu di loker! boneka apaan sih! Lo gantung terbalik lagi Ngeri tau! kayak pocong!” Tanya cowok baju biru tua sambil mengambil boneka putih yang selalu menggantung di balik pintu loker.
“Aahahahhaa.. ceritanya dulu ada anak SMP suka gantung tuh boneka terbalik.. supaya hujan”
“Lah terus hubungannya sama lo apaan? Lo tukang jual boneka?”

“Kalo hujan, si cewek itu bisa ketemu gue di bis.. Terus liatin gue gitu. Padahal dulu gue kesel banget kalau hujan pagi-pagi, soalnya nyokap gue larang gue bawa motor kalau hujan. Bete banget kan?. Nah, pas si cewek itu mau pindah.. dia nyamperin gue terus ngasi boneka itu. Terus dia ceritain dah perasaannya ke gue. Dan semenjak itu bray.. Gue jadi ikutan seneng kalau ada hujan. Jadi gue terusin kebiasaannya”
Cerita si cowok yang pakai baju hitam itu

Caca terhenti langkahnya karena mengenali cerita itu.
“Lah terus Yo.. gimana kabar tuh cewek? Nama bonekanya apa sih? Anak pocong?”
“Gak tau.. Sampai sekarang juga gue gak tau nih boneka apa namanya. Siniin bonekanya!! Gue seneng banget tuh sama itu boneka”
Jawab si cowok baju hitam sambil merebut boneka yang ada di tangan temannya, tapi Boneka itu malah jatuh sampai kedepan Caca. Caca pun menunduk dan memungutnya.
“Ini namanya Teru Teru Bozu, orang Jepang menganggap ini boneka penangkal hujan”
Kata Caca sambil berjalan menghampiri kedua laki-laki itu kemudian memberikan boneka yang di pungutnya.
Cowok baju hitam itu masih terdiam karena tidak percaya dengan matanya sendiri.
“Kak Yoga?” Kata Caca yang heran melihat Yoga yang melihatnya tanpa berkedip.
“Eh iya.. Ini kamu kan?” Tanya Yoga yang terbata-bata melihat Caca yang dulu lugu, polos dan anak-anak banget kini tumbuh menjadi gadis cantik.
“Iya kak.. Ini Caca. Ini bonekanya. Makasi ya masi di simpen bonekanya”
Jawab Caca sambil memberikan boneka pemberiannya dulu.
“Thank’s God..” Gumam Yoga
“Hmm?”
“Eh nda.. Bray, nih cewek yang gua ceritain tadi..” Bisik Yoga ke temennya
“Bening bray…” Gumam teman Yoga
“Kalian bicarain apa sih?”
“Enggak gak ada kok.. hehehe” Jawab Yoga dan temannya bersamaan yang salah tingkah.

Tiba-tiba hujan turun tidak deras namun mampu memecahkan suasana canggung di antara mereka berdua.
“Hujan kak..” Kata Caca sambil menoleh ke arah luar
“Iya.. Menyambut kedatanganmu..”
“Semoga lebih sering hujan ya kak?”
“Biar gak hujan pun, kita bakal ketemu terus kok..”
Jawab Yoga sambil tersenyum kearah Caca, kemudian di balas dengan senyuman juga oleh Caca.

Sekian

Cerpen Karangan: Rika Ardina
Blog: slicity.blogspot.com


Jangan Lupa baca juga kumpulan cerpen cinta romantis lainnya.

Cerpen Cinta - My First Love In The Rain Rating: 4.5 Diposkan Oleh: kandu yung

0 komentar:

Poskan Komentar